Pentingnya Memberikan Teether Saat Bayi Tumbuh Gigi

Desember 20, 2017

Katulistiwa Makna - Bayi tumbuh gigi rata-rata ketika usianya memasuki 6 bulan. Pada umur tersebut gusi buah hati pasti akan merasakan gatal bahkan nyeri dan secara alamiah memiliki hasrat untuk menggigit sesuatu yang ada di sekitar jangkauan si buah hati. Karena kegiatan menggigit itu bisa melegakan ketidaknyamanan tersebut.

Tentu tidak semua benda bisa dimasukkan ke mulut si kecil. Benda-benda yang penuh bakteri akan membahayakan kesehatan dia. Untuk itulah, Ibu perlu menyediakan teether. Teether yang dijual memiliki beragam bentuk yang lucu, tetapi tidak semua efektif bagi bayi. Bagaimana memilihnya?  Mari simak serangkaian teether untuk memenuhi kebutuhan bayi pada setiap fase pertumbuhan gigi bayi.

1.  Transition Teether Orthees
Berfungsi untuk membantu proses transisi dari penggunaan pacifier menuju teether dan juga membantu membersihkan sel gusi yang mati ketika proses tumbuh gigi. Sel mati gusi yang tidak dibersihkan, dapat mengakibatkan infeksi sehingga bayi menjadi demam. Terbuat dari silicone solid yang bersifat lebih keras (namun aman).

2.  Soothing Teether Cooless
Berfungsi untuk melegakan rasa nyeri pada gusi saat gigi tumbuh. Terbuat dari silicone lembut dan dapat mempertahankan suhu dingin ketika dimasukkan ke dalam kulkas/freezer.

3.  Massaging Teether Ridgees
Berfungsi untuk melegakan rasa nyeri pada saat gigi mulai tumbuh. Terdiri dari permukaan yang agak keras dan lunak, disertai dengan bentuk jerapah yang unik untuk menjangkau gigi bagian dalam.

4.  Ergonomic Teether Fleexes
Berfungsi untuk merangsang sensitivitas gigi dan gusi serta melegakan rasa gatal pada gusi. Terbuat dari silicone (karet) yang lembut, bersifat flexible, dan memiliki permukaan yang berbeda (halus dan bergerigi).

Selain bentuk teether yang lucu dan menarik perhatian, alat ini juga memiliki peranan penting bagi si Kecil lho, Bu. Berikut adalah pentingnya teether untuk tumbuh kembang si Kecil.

1.  Teether bayi berfungsi untuk menahan nyeri akibat gigi yang menembus permukaan gusi bayi secara paksa, sehingga si kecil lebih nyaman dan melegakan nyeri pada gusi.
2.  Mencegah si kecil untuk memasukkan segala benda yang berbahaya dan tidak higienis ke dalam mulutnya karena merasa tidak nyaman akibat pertumbuhan gigi anak tersebut.
3.  Bentuknya yang lucu serta warna-warna yang menarik perhatian bayi membantu untuk memberi stimulasi bagi perkembangan anak.
4.  Mempersiapkan si kecil untuk mengunyah makanan-makanan yang lebih berat di umurnya yang menginjak satu tahun sehingga anak akan menjadi terbiasa menggigit dan mengunyah dengan benar.
5.  Melatih saraf sensorik dan motorik bayi agar lebih peka dan berinteraksi dengan benda dan sekitarnya.

Dengan begitu banyaknya pilihan teether yang ada di pasaran, Ibu tentunya harus membuat pertimbangan matang agar bisa memilih yang paling cocok dengan bayi. Selain itu, menjaga kesehatan bayi sudah pasti menjadi tugas paling utama yang harus selalu Anda lakukan. Maka dari itu, berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan saat memilih teether untuk bayi. 

1.  Jangan pernah membeli teether bekas. Pertimbangkan secara matang untuk membeli teether baru bagi bayi. Ada begitu banyak standar keselamatan dan keamanan mainan bayi yang pastinya berubah selama bertahun-tahun. Pastikan ibu membeli teether yang masih dikemas rapi.
2.  Jangan lupa bersihkan teether dengan air panas atau cairan pembersih khusus. Atau Ibu juga bisa menggunakan alat steril untuk membersihkan teether dari kuman sehingga menjaga gigi balita tetap sehat.
3.  Pilih variasi teether yang benar-benar aman bagi bayi karena alat ini nantinya masuk ke dalam mulut si kecil.
4.  Hanya gunakan teether yang tidak diwarnai menggunakan toxic.
5.  Teether berisi gel akan memberikan sensasi lebih dingin pada gusi bayi, dibanding berisi air. Teether ini pada umumnya menjadi pilihan yang aman dan efektif untuk mengurangi rasa nyeri saat bayi tumbuh gigi.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »