Sekilas Tentang Pengertian Antibiotik, Manfaat hingga Efek Sampingnya

Januari 31, 2018 0

Pengertian Antibiotik seringkali banyak orang belum mengetahuinya. Padahal antibiotik ini mungkin telah sering bersentuhan dengan kita. Setiap kali Anda sakit dan pergi ke dokter biasanya dokter akan memberikan resep antiobiotik. Menyinggung pengertian antibiotik, obat ini memang digunakan untuk mengobati infeksi pada tubuh yang disebabkan oleh bakteri. Jadi dalam hal ini antibiotik berperan membunuh serta menghambat pertumbuhan bakteri yang menyerang tubuh. 

Faktanya, beberapa jenis antibiotik ini memang efektif untuk mengatasi protozoa dan beberapa racun. Tidak berhenti disitu, antibiotik ini juga bisa digunakan untuk mencegah infeksi sehingga sering diberikan untuk mengatasi luka usai operasi, neutropenia, sakit gigi dan lainnya.

Manfaat Antiobiotik Untuk Kesehatan

Secara umum, berikut adalah manfaat dari antibiotik untuk kesehatan:

Mengatasi infeksi saluran kemih
Infeksi jenis ini lebih sering dialami oleh wanita. Hal ini disebabkan bakteri yang bersarang pada saluran kemih. Tidak perlu khawatir, infeksi tersebut dapat diobati dengan antibiotik jenis penisilin. Apabila setelah jangka waktu 2 sampai 3 hari belum ada perubahan sebaiknya segera diperiksakan lebih lanjut. 

Atasi infeksi kulit akibat bakteri dan jamur
Infeksi kulit ini merupakan salah satu gangguan kulit yang menyerang segala usia. Bayi, anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia pun tidak luput dari ancaman infeksi kulit akibat jamur. Antibiotik yang dibutuhkan untuk menanganinya adalah antibiotik jenis penisilin. 

Meski begitu infeksi kulit ini juga bisa sembuh dengan sendirinya. Namun jika ingin sembuh lebih cepat sebaiknya memanfaatkan antibiotik.

Mengobati keracunan darah
Antibiotik juga bermanfaat untuk mengatasi keracunan darah. Keracunan darah yang terjadi akibat bakteri yang masuk ke dalam aliran darah ini bisa diobati dengan antibiotik jenis sefalosporin.

Mengobati meningitis
Meningitis yang juga dikenal dengan radang selaput otak ini adalah penyakit yang menyerang otak dan sumsum tulang belakang. Karena disebabkan oleh bakteri, maka penyakit ini bisa diobati dengan antibiotik jenis aminoglikosida dan sefalosporin. Tetap konsumsi antibiotik sesuai dengan resep dokter ya.

Efek Samping Mengonsumsi Antibiotik
Meski antibiotik membawa banyak manfaat untuk kesehatan terutama membantu dalam mengobati penyakit yang diakibatkan infeksi bakteri. Namun tidak bisa dipungkiri juga kalau penggunaan antibiotik ini juga memiliki efek samping. Berikut adalah beberapa efek samping yang ditimbulkan akibat mengonsumsi antibiotik.

-  Mengganggu sistem imunitas. Seseorang yang terlalu sering mengonsumsi antibiotik sekalipun untuk keperluan medis akan rentan terhadap penyakit.

Mengganggu sistem pencernaan. Mengonsumsi antibiotik berdasarkan resep dokter saja masih menimbulkan efek samping, apalagi jika antibiotik ini dikonsumsi tanpa rekomendasi dokter. Sehingga ketika seseorang mengonsumsi antibiotik secara tidak wajar akan beresiko mengalami gangguan pencernaan. Mulai dari mual, kram, kembung, diare dan lainnya.

Organ intim terinfeksi. Bagi wanita yang mengonsumsi antibiotik memungkinkan untuk mengalami gatal-gatal pada organ intim hingga keputihan.

Pengertian Antibiotik, manfaat hingga efek samping yang ditimbulkan akibat mengonsumsi antiobiotik sudah kami jabarkan di atas. Tidak dapat dielak jika antibiotik dibutuhkan untuk penyembuhan, namun di sisi lain tetap ada efek samping yang juga harus diwaspadai. Oleh karena itu hindari mengonsumsi antibiotik tanpa anjuran dokter dan tetap batasi kadar konsumsinya.

Semoga informasi di atas bermanfaat ya.

Kenali Penyebab, Tanda dan Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi

Januari 31, 2018 0

Cara mengatasi perut kembung pada bayi selalu menjadi topik yang banyak dicari banyak orang.Perut kembung bukan hanya dialami oleh orang dewasa saja, anak-anak pun bisa mengalaminya. Tentu Anda akan sangat khawatir jika anak mengalami perut kembung. Apalagi si kecil masih berusia bayi dan belum bisa mengungkapkan apa yang dirasakan sehingga hanya akan menunjukkan dengan tangisan. Inilah mengapa penting bagi Anda untuk segera mencari informasi tentang cara mengatasi perut kembung pada bayi.

Pada dasarnya adalah wajar apabila si kecil yang berusia 3 sampai 4 bulan mengalami perut kembung. Hal ini karena pada usia ini sistem pencernaan bayi belum berfungsi dengan maksimal. Namun karena perut kembung ini menimbulkan rasa tidak nyaman dan membuat bayi menjadi rewel, maka Anda pun harus bergegas mencari tahu cara mengatasi perut kembung pada bayi.

Namun sebelum itu tidak ada salahnya apabila Anda mengenali dulu apa penyebab perut kembung yang dialami anak. Berikut adalah penyebab perut kembung pada bayi.

Minum selain ASI
Kebutuhan cairan tubuh si kecil memang harus dipenuhi karena ini berpengaruh pada lancarnya sistem pembuangan. Tapi akan berbeda jika ini dilakukan pada bayi yang usianya kurang dari 6 bulan. Pada 6 bulan pertama bayi harus diberi ASI ekslusif atau susu formula. Jadi ketika bayi diberi jenis minuman lain dapat membuatnya mengalami perut kembung.

Makanan yang dikonsumsi oleh ibu
Dulu ketika si kecil masih berada di dalam kandungan mendapatkan nutrisi makanan dari apa yang Anda makan dan minum. Sehingga Anda diharuskan untuk benar-benar selektif dalam memilih makanan atau minuman yang akan dikonsumsi. 

Kini setelah bayi lahir Anda pun tetap harus memastikan bahwa apa-apa yang Anda makan dan minum adalah baik untuk si kecil. Hal ini karena apa yang Anda konsumsi juga berpengaruh terhadap anak. Terlebih bayi masih minum ASI dari Anda. Jadi untuk mencegah adanya perut kembung, sebaiknya hindari mengonsumsi kubis, brokoli, kembang kol, kacang atau bawang karena makanan tersebut dapat membentuk gas.

Dot Bayi
Ternyata dot bayi juga bisa menjadi penyebab perut kembung pada bayi. Ujung dot yang ukurannya terlalu kecil atau besar akan memungkinkan udara untuk masuk ke dalam perut bersamaan ketika si kecil meminum susu. Oleh karena itu pastikan Anda memberikan dot sesuai dengan tahapan usia bayi.

Tanda Bayi Mengalami Perut Kembung
Jika bayi menjadi sering rewel dan menangis tanpa sebab yang jelas, sebaiknya Anda memeriksa perutnya. Apabila terasa agak keras dan sesekali buang angin, bisa jadi ini adalah tanda bahwa bayi mengalami perut kembung.

Selain itu selalu perhatikan sikap yang ditunjukkan bayi. Apabila bayi terlihat sering menggeliat dan melengkungkan punggungnya atau mengangkat-angkat kakinya, ini menunjukkan bahwa bayi sedang merasa tidak nyaman karena perut kembung.

Cara mengatasi perut kembung pada bayi yang tepat akan memberikan dampak yang baik pula. Demikianlah beberapa penyebab perut kembung pada bayi dan tanda-tanda ketika bayi mengalami perut kembung. Apabila Anda menemukan tanda-tanda tersebut di atas pada si kecil upayakan untuk segera menerapkan cara mengatasi perut kembung pada bayi.

Semoga informasi di atas bermanfaat ya.